Sukses Tidak Harus Menjadi PNS

Sosial Humaniora
Oleh: Elva Krisdiana

Menurut Zig Ziglar “Sukses adalah melakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Sukses adalah melakukan, tidak mendapatkan. Sukses adalah usaha, bukan kemenangan. Sukses adalah standar pribadi, meraih yang tertinggi yang ada di dalam diri kita, menjadi semua yang kita bisa” (Dikutip dari idntimes.com). Sedangkan menurut saya sukses merupakan suatu titik dimana tidak hanya kita yang dapat merasakan kebahagiaan, tetapi orang di sekitar kita juga ikut merasakan dampak yang bermanfaat atas mimpi yang telah kita capai.

Tidak sedikit warga Indonesia yang mengidam-idamkan pekerjaan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Pegawai Negeri Sipil (disingkat PNS) adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” (Dikutip dari Wikipedia).

Banyak alasan mengapa pekerjaan sebagai PNS menjadi idaman di kalangan masyarakat, yaitu karena PNS bebas dari krisis, walaupun negara sedang krisis namun gaji PNS tetap sama besarnya, selain gaji pokok banyak jenis tunjangan lain, jauh dari ancaman PHK, kerjanya lebih santai daripada pegawai swasta, dan yang paling utama adalah jaminan hari tua atau pensiun.

Setiap pemerintah membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sudah dipastikan banyak peminat yang merebutkan lowongan yang tidak sebanding dengan peminat tersebut. Mulai dari yang hanya coba-coba hingga yang berambisi, mulai dari yang kaya hingga yang miskin. Meskipun persyaratan untuk mendaftar CPNS bisa dibilang mahal, mahal dalam hal persyaratan, karena setiap calon yang akan mengikuti tes CPNS harus menyediakan uang.

Uang untuk biaya dari photo copy, pasphoto, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan mulai dari Lurah/Kepala Desa, surat keterangan Kesehatan dari dokter, dan lain sebagainya. Namun hal tersebut tak menyurutkan para peserta CPNS. Bahkan ada pula yang mengorbankan pekerjaan yang sudah dijalaninya hanya untuk PNS yang belum pasti lulus dalam persyaratan/tes.

Jika bisa lulus dalam semua persyaratan dan tes, maka beruntunglah. Namun apabila  tidak lulus, maka yang akan terjadi adalah jumlah pengangguran di Indonesia akan bertambah. Karena telah mengorbankan pekerjaan hanya untuk sebuah ambisi menjadi PNS.

Banyak  orang yang  mempunyai persepsi bahwa sukses adalah menjadi seorang PNS. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena PNS merupakan pekerjaan yang dapat menjamin masa depan, pekerjaan yang di gaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mempunyai masa pensiun.

Cara pandang seperti ini akhirnya mengalihkan minat para generasi milenial, yang tak lagi mengejar perusahaan-perusahaan besar, meskipun perusahaan besar itu menjanjikan gaji yang besar terhadap karyawannya, mereka tetap mengalihkan pandangannya kepada PNS walau gaji kecil namun jaminan masa depannya sangat menjanjikan daripada perusahaan-perusahaan swasta yang bergaji besar, namun dalam hal jaminan masa depan tidak dapat dipastikan.

Karena persepsi tersebut maka tidak sedikit yang menghalalkan segala cara demi menjadi PNS, salah satunya adalah dengan menggunakan uang sogokan yang tidak pula sedikit.

Namun dibalik itu ada beberapa orang yang tidak sama sekali melirik untuk menjadi seorang PNS. Mereka beranggapan bahwa untuk menjadi  PNS itu ribet, pekerjaan terikat, banyak mata mengintai/ mengawasi, dan kurangnya waktu bersama keluarga. Itu yang membuat sebagian orang tak ingin menjadi PNS.

Selain PNS ada pekerjaan yang harus diketahui oleh para generasi milenial yang dapat menjamin kelangsungan hidup  di masa depan yaitu dengan berwirausaha.Berwirausaha tidak hanya untuk diri kita. Namun dengan begitu berwirausaha mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang yang membutuhkan. Walaupun berwirausaha harus memulai dari   nol. Akan tetapi tidak sedikit yang berhasil dalam memajukan usahanya. Sehingga usaha tersebut dapat menjadi investasi di masa depan.

Yang harus dilakukan pemerintah untuk mengalihkan pandangan para generasi milenial agar tidak terlalu berharap pada pekerjaan sebagai PNS yaitu dengan cara memasukkan pelajaran tentang berwirausaha pada kurikulum pendidikan.

Kurikulum yang mampu menciptakan para peserta didik lebih berinovasi, kreatif dan mandiri dalam menjawab tantangan zaman di masa depan. Untuk para sarjana khususnya Sarjana Ekonomi, jangan berambisi untuk menjadi PNS. Buktikan bahwa Sarjana Ekonomi mampu menjadi enterpreneur. Ciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka yang membutuhkan.

Penulis Adalah, Mahasiswi STIE Syariah Al-Mujaddid Tanjung Jabung Timur, Anggota Komunitas Menulis Al-Mujaddid.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
1 year ago

Good 👍

1 year ago

tapi anehnya saya sedari kecil saya tidak punya cita cita jadi pns heheheh