Kebakaran di Tanjung Jabung Timur, “Semoga Tidak Terulang Lagi”

Sosial Humaniora

Oleh: Wandi, S.Hum, M.A

Tanpa diduga, kebakaran dapat terjadi di mana saja termasuk di rumah. Kasus kebakaran di rumah sering terjadi dengan berbagai penyebab, di antaranya korsleting arus listrik, kebocoran tabung gas, membuang puntung rokok sembarangan, kegiatan membakar sampah, lilin yang terjatuh dan lain sebagainya.

Seperti kejadian yang di Desa Kampung Lama, Tanjab Timur. Selasa 08 Juni 2021, sekitar pukul 05:00 dini hari tadi telah kembali terjadi kebakaran . Musibah Kebakaran inipun menyebabkan ratusan rumah hangus terbakar dan banyak warga harus kehilangan tempat tinggalnya.

Kejadian kebaran memang sering kali kerap terjadi pada daerah ini, karena bahan bangunan rumah notabe terbuat dari kayu yang memang sangat mudah sekali terbakar.  Sehari sebelum kejadian naas itu terjadi, kebakaran juga melanda Desa Sungai Jambat, Tanjab Timu. Waktunya juga hampir sama yaitu dini hari tanggal 07 Juni 2021.

Berdasarkan amanat yang tertuang pada Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, khususnya pada Pasal 16 dan Pasal 17, bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan lembaga yang berwenang dalam melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana salah satunya dalam bentuk penyediaan dan penyiapan barang pasokan pemenuhan kebutuhan dasar.

Standar kebutuhan dasar pengungsi dalam 1×24 jam yang BPBD harus penuhi diantaranya yaitu kebutuhan air bersih dan sanitasi, kebutuhan pangan, kebutuhan sandang, pelayanan kesehatan, penampungan dan tempat hunian sementara.

Dari sederet penyebab tersebut, penyebab utama kasus kebakaran di rumah di antaranya terjadi karena human eror serta kelalaian dari pemilik. Kebakaran merupakan musibah yang cukup mengkhawatirkan karena dapat mengakibatkan berbagai kerugian bagi pihak yang mengalaminya.

Kerugian tersebut dapat berupa kerugian materiil dan imateriil karena efek destruktif yang ditimbulkan dari kejadian kebakaran bisa sangat parah. Selain kerugian berupa kerusakan bangunan rumah beserta barang-barang di dalamnya yang ikut terbakar, kebakaran juga dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta kerugian lain secara tidak langsung ikut dirasakan.

Kerugian tidak langsung tersebut seperti pengeluaran untuk tempat tinggal sementara, pengeluaran untuk perbaikan rumah hingga kerugian kehilangan aset berharga berupa dokumen atau surat-surat penting.

Sehingga pemilik rumah harus selalu waspada serta memahami bagaimana cara untuk mencegah kebakaran terjadi. Hal ini sangat penting mengingat dampak serta kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran sangatlah besar. Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah serta meminimalisir kemungkinan dari kejadian kebakaran di rumah.

Pertama, mematikan dan mencabut semua kabel alat elektronik yang tidak digunakan. Mengapa alat elektronik yang tidak dipakai sebaiknya dicabut karena listrik berlebih yang mengalir seperti pada komputer, televisi dan alat elektronik lainnya dapat menyebabkan potensi terjadinya kebakaran melalui korsleting listrik. Di mana korsleting listrik menjadi salah satu penyebab yang paling sering menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah.

Selain itu, apabila listrik di rumah sering terjadi penurunan tiba-tiba tanpa ada pemicu maka harus segera dilakukan pengecekan. Karena merawat sistem listrik penting untuk menghindari hubungan arus pendek yang dapat memicu kebakaran rumah termasuk secara berkala mengecek soket, colokan listrik serta kabel-kabel yang dirasa rusak atau terkelupas.

Kedua, menjauhkan alat pemantik api dan barang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak karena pada umumnya anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga ditakutkan anak-anak memainkan pemantik atau barang yang dapat memicu kebakaran saat tidak dalam pengawasan.

Ketiga, berhati-hati ketika merokok atau tidak merokok di dalam rumah karena bara api yang ada di puntung rokok tidak benar-benar mati saat dibuang.

Keempat, menyediakan alat pemadam kebakaran rumah serta peralatan lain yang membantu mengurangi risiko kebakaran seperti alat pendeteksi asap yang biasanya dipasang di langit-langit sebagai sensor untuk mencegah kebakaran.

Kelima, mengawasi penggunaan kompor gas serta memastikan sambungan atau selang penghubung kompor gas ke tabung gas dalam keadaan baik tidak bocor dan terpasang dengan tepat.

Keenam, menyimpan nomor telepon pemadam kebakaran dan kedaruratan 112. Itulah berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran di rumah.

Penulis Adalah : Masyarakat Mendahara Ilir, Pendiri Komunitas Menulis Al-Mujaddid, Alumni Pascasarjana UIN Yogyakarta

 

 

 

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments