Isra’ dan Mi’raj di Kelurahan Bungo Timur

Kabar

kotakopini.com, Bungo – Dalam rangka peringatan Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw. Warga kelurahan Bungo Timur, kecamatan Pasar Muara Bungo, khususnya RT 10 RW 04 mengadakan pengajian ilmiyah yang bertemakan “Memperingati Isra Mi’raj & menyambut bulan suci Ramadhan” pada jumat malam (04/03/22) lalu.

Acara yang dilaksanakan di dalam Masjid Nurul Taqwa tersebut berjalan dengan khidmat meskipun jamaah yang hadir  terbilang tidak begitu ramai. Terlihat jamaah ibu-ibu sangat antusias mendengarkan uraian pidato dari Ust, Dika Abdillah yang menyinggung kaum wanita di zaman sekarang banyak yang sudah melenceng terlalu jauh dari Sunnah Rasul.

“Termasuk hal yang ditakuti oleh beliau Nabi saw sebelum wafatnya adalah para wanita pada zaman akhir, yang mana wanita pada zaman akhir kebanyakan sudah sangat jauh dari sunnah Rasulullah Saw. Hal itu dapat kita lihat sendiri bukti-bukti nyatanya dizaman sekarang.” Ucap Ustad Dika selaku penceramah pada acara tersebut. Beliau mengatakan, pengaruh terbesar pada saat ini adalah Teknologi dan Media Sosial (MEDSOS) terutama Tiktok, yang mana hampir kebanyakan pengguna aplikasi tiktok adalah kaum wanita. Tiktok dinilai bisa berpotensi menjadi dosa Jariyah jika sampai di salah gunakan oleh penggunanya.

“Wanita membuat video joget-joget kemudian di upload ke akun tiktoknya untuk dipertontonkan kepada orang banyak, yang mana selama video itu belum di hapus dari akun tersebut. Maka selama itu pula dosa-dosa terus mengalir dari hasil tontonan para penikmat video-video tersebut” ujar beliau ustad Andika. Selain memberikan kesan ancaman, Ustad Andika juga tidak henti-hentinya mengajak kepada seluruh jamaah khususnya wanita untuk kembali kepada sunnah-sunnah Rasul.

Setelah membicarakan masalah wanita, ustad Dika juga banyak menguraikan tentang Salat yang disebut-sebut sebagai tujuan terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut. Juga sekali-sekali beliau mengajak jamaah untuk membaca shalawat bersama, hal ini dinilai efektif karena disamping para jamaah mendapatkan pahala bacaan shalawat yang mereka baca, jamaah juga tampak bisa kembali fokus mendengarkan ceramah karena telah berhasil melawan rasa kantuknya.

Selain warga, acara itu juga turut dihadiri oleh santri/wati Pondok Pesantren Al Muballighin, yang mana santri-santri ini sengaja di undang oleh pihak masjid selaku tuan rumah guna untuk meramaikan peringatan Isra Mi’raj terebut. Tujuan pengurus masjid mengundang para santri sebenarnya bukan semata-mata hanya untuk meramaikan acara saja, tapi warga mengaku senang bisa berbaur dan duduk satu majlis dengan para santri-santri tersebut. Hal itu dapat di lihat ketika warga dan santri-santri tersebut terlihat begitu akrab di sepanjang acara berlangsung.

Bukan hanya itu, bahkan para santri juga diikut sertakan untuk menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut. Terlihat pembawa acara dan Tilawah Alquran yang diisi oleh santri Pondok Pesantren Al Muballighin. “senang nengok anak pondok, masih kecik-kecik tapi lah mandiri, berbakat dan pintar” kata salah seorang jamaah yang hadir.

Dipenghujung acara, diakhiri dengan doa yang di sampaikan oleh Ustad Muzni selaku Imam Masjid Nurul Taqwa, kemudian di lanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Tuan rumah membagikan makanan untuk semua jamaah berupa nasi kotak. Terlihat para santri tampak antusias menikmati makan bersama-sama para warga.

Pihak masjid mengaku telah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari demi untuk memeriahkan peringatan Peristiwa Isra dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw. Warga mengungkapkan bahwa makan bersama akan membuat suasana acara lebih akrab dan harmonis sekaligus dapat membangun hubungan yang lebih erat antar sesama warga dan para santri untuk kedepannya. Disamping itu makan bersama juga dinilai lebih membekas dalam ingatan setiap jamaah.

Gufron Rosadi, KPI 2 A, melaporkan. (07/03/2022)

3.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments