Di Beranda Perpustakaan

Puisi

/Di Beranda Perpustakaan 

Di beranda perpustakaan ini

masih terasa bau buku-bukumu

di teras kepala ini. 

Teori-Teori mondar-mandir dan berkawin secara tidak resmi; 

selingkuh _dan ada yang kawin kontrak saja. 

Saya mendadak insomnia _dan sedang menuju skizofrenia melintasi Finlandia.  Menjadi berjaga-jaga selamanya dan terpecah-pecah. 

//Di Terminal 

Gaduh.

Aduh.

Duh. 

Uh.

H. 

Orang-orang menghilang menuju bayang-bayang 

Dan kau sedang menikmati darah orangtuamu di dalam toilet umum.

///Buku Harian 

Seolah-olah kau paham: mengapa waktu tidak bisa berlari mundur? 

Supaya orang tidak tidur terlalu lama,

Supaya orang tidak segan mengunjungi bumi, 

Supaya orang mati tak ada yang kembali, 

Supaya bayi-bayi bisa merobohkan jeruji batas antara surga dan dunia; mempercepat waktu. 

Sebercak tinta pena di sudut kanan bawah halaman buku, 

Jendela kamar berderak, dan kata-kata itu mengandung senyumanmu yang nakal. 

Kau ingin bercerita lagi pada halaman selanjutnya dengan menyekati tamu asing; lembaran terlipat. 

Ceroboh membuatmu sepi. 


Melki Deni, Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere. Penyuka Sastra, Ilmu-ilmu Sosial dan Penyair Lepas pada beberapa media.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
3 months ago

Luar biasa puisinya. Sukses selalu untuk menari penanya

Instansi
Rakyat Sipil