Dear sahabat kecil “Kau kah itu. Sahabat kecil…?”

Dear sahabat kecil “Kau kah itu. Sahabat kecil…?”

Cerpen
Oleh : Titin Suarni

Aku lebih suka memanggil mu sahabat kecil. Kata orang-orang kamu kecil dan tak terlihat.

Menurutku kamu besar. Besar sekali. Kamu di mana-mana ada. Di seluruh dunia ada kamu.

“Apa kabarmu wahai sahabat kecil?”

“Apa warnamu sahabat kecil?”

Tak perlu kau jelaskan siapa dirimu. Apa warnamu. Aku sudah tau siapa kamu.

Bukankah di Al-Quran telah dijelaskan. Arti lafald Qarana di dalam QS. Al Ahzaab : 33 yang sebagian artinya yaitu :

“Dan hendaklah kamu tetap di rumah mu dan janganlah kamu berhias(bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Dan laksanakan shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

Rasulullah juga berpesan : “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku (Rasulullah) orang yang terbaik diantara kalian kepada keluargaku”.

Menurut sebagian orang kamu bagaikan warna merah, menyala, membara dan melalap semua yang ada di hadapanmu.

Menurut sebagian yang lain. warnamu seperti kuning keemasan, sangat berharga. Untuk bisa bercengkerama denganmu harus banyak yang dikorbankan.

Di sisi lain orang menganggapmu bagai berwarna hijau. ada harapan baru setelah kemunculanmu. Bagai tunas-tunas baru setelah musim hujan.

Di sudut yang lain orang menjulukimu si biru sebiru lautan luas. Jauh terlihat mempesona, jika dekat ganas dan menenggelamkan.

Menurut mereka yang telah kau jemput. Kamu berwarna putih, bersih, suci dan abadi. Keabadian telah bersama mereka melalui perantara kamu.

Tapi masih ada yang memandangmu bagaikan hitam yang legam. Tidak ada cahaya. tidak ada harapan. Yang ada keputusasaan. Frustasi dan depresi.

Menurutku. Kamu bagaikan pelangi. Pelangi yang indah. Yang menghiasai bumi ini. Kamu bisa menjadi apa saja. Kamu bisa menjadi seperti apa yang orang-orang sangkakan padamu.

Wahai sahabat kecil.

Jika titah terhadapmu telah usai. Berkenan kiranya dengan senang hati engkau kembali ke tempat di mana semestinya kamu berada.

Telah cukup engkau mewarnai hari-hari kami. Kami akan selalu ingat pesan yang sempat kau sematkan buat kami.

“See you good bye”

***

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments